KEDIRI, – Pegiat Keroncong Jogjakarta yang menggelar acara amal “Keroncong Guyub Kagem Kelud (KGKK)” yang diselenggarakan di XT Square Jogjakarta pada Rabu 26 Februari 2014 lalu, menyerahkan bantuan untuk pelajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Puncu III, Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Sabtu, (29/3/ 2014).
Mas Partho dari Pegiat Keroncong Jogjakarta mennyerahkan bantuan alat sekolah kepada SDN Puncu III, Puncu, Kab.Kediri /Photo Bentang Waktu
Mas Partho, putra asli Kediri, pegiat pegiat Krontjongers Indonesia, yang bermarkas di Bandung, yang dititipi sumbangan yang dihimpun oleh pegiat Krontjong Jogjakarta, secara simbolis menyerahkan bantuan alat-alat sekolah, diterima langsung oleh salah seorang guru, didampingi guru lainnya dan para pelajar di lokasi sekolah yang hanya berjarak 7-8 Kilometer dari puncak Gunung Kelud Kediri.
Mutaharoh, salah seorang guru yang menerima sumbangan mengatakan, sekolahnya dan ratusan rumah warga disekitar lokasi harus ditinggalkan saat terjadi erupsi Gunung Kelud pada Kamis 13 Februari 2014 lalu. Desa Puncu termasuk salah satu wilayah yang paling terdampak erupsi.
“Selain hujan abu dan pasir, pada saat itu pula terjadi hujan batu yang mengakibatkan kerusakan runtuhnya atap rumah dan bangunan yang ada. Tak terkecuali bangunan SD Puncu juga ikut porak poranda,” katanya.
Mutaharoh menambahkan, hingga saat ini sekolahnya masih terus dibenahi, khususnya bagian atapnya dengan mengganti genteng yang pecah. Semua peralatan mengajar dan fasilitas yang ada memang sedang direnovasi. Namun demikian kegiatan belajar mengajar, tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Mutaharoh dan tenaga pengajar serta pelajar SDN Puncu III menyampaikan terimakasih atas bantuan alat alat tulis, buku dan seragam sekolah yang dihimpun oleh para pegiat Keroncong Jogjakarta.
KORANFAKTA.NET
0 komentar:
Posting Komentar